Minggu, 01 Desember 2013

contoh laporan pkl

KATA PENGANTAR
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu cara bagi mahasiswa untuk dapat memperoleh tambahan pengetahuan serta pengalaman. Kegiatan ini nantinya dapat menjadi sebuah pembelajaran tersendiri selain dari yang telah diperoleh selama menjalani masa perkuliahan.
Laporan ini menjadi catatan mengenai hal-hal apa saja yang telah direncanakan sebelum mengikuti kegiatan PKL, kegiatan yang dilakukan selama ini, hambatan yang dialami serta pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh. Sehingga pada kesempatan ini  penulis mengambil judul “Manajemen Waktu dan Orang pada Instalatur Switch CISCO Indonesia Digital Network – Bali”.
Oleh karena itulah, Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL)  maupun dalam pembuatan penyusunan laporan ini.
Selain itu, ucapan terima kasih juga diberikan terhadap pihak-pihak yang telah membantu selama proses kegiatan PKL dan juga pembuatan laporan ini, yaitu:
1.      Bapak I Gede Negara, selaku Direktur Politeknik Telkom Bali Widya Dharma yang telah memberikan ijin untuk melakukan kegiatan PKL.
2.      Bapak Ir. I Gede Pariutama Westra, selaku Wakil Direktur I Politeknik Telkom Bali Widya Dharma yang telah memberikan izin dalam melaksanakan PKL.
3.      Bapak I Wayan Astawa,SE,MM, selaku  Kaprodi Komputer Akuntansi dan sekaligus sebagai dosen Pembimbing selama kegiatan PKL sampai penyelesaian laporan PKL.

4.      Bapak Ir Hepi Hepidin MM, selaku Direktur Utama PT. Adisa Karya Abadi yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan PKL.
5.      Bapak Teby Adam, Selaku Direktur Project dan penanggung jawab kegiatan PKL yang telah memberikan kesempatan dan penanggung jawab dalam melakukan kegiatan PKL.
6.      Bapak R. Aldy Fariha, selaku Manager Project yang telah banyak membantu dalam pemberian pengetahuan maupun membantu dalam pengumbulan Informasi untuk pembuatan laporan PKL.
7.      Orang Tua, serta Kekasih tercinta Penulis yang telah memberi semangat dan suport dalam pelaksanaan kegiatan PKL.
8.      Teman-teman dan pihak-pihak lain yang membantu, baik dalam pemberian saran maupun kritik untuk penyelesaian laporan ini.
Adapun tujuan penulisan laporan PKL ini adalah sebagai bentuk pelaporan terhadap apa yang telah Penulis kerjakan, dapatkan dan usulkan selama melakukan Praktik Kerja Lapangan, sehingga apabila laporan PKL ini dinilai layak, dapat memenuhi sebagian syarat guna penyusunan tugas akhir.
Demikian kata pengantar dari Penulis, dengan harapan semoga laporan Praktik Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca, dengan kesadaran Penulis bahwa laporan Praktik Kerja Lapangan masih mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan sehingga membutuhkan banyak saran dan kritik yang membangun untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Terima kasih.

Denpasar, 20 Nopember 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Politeknik Telkom Bali Widya Dharma Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Bali yang menghasilkan sumber daya manusia  yang mampu bersaing di dunia kerja dan telah menghasilkan  alumni-alumni yang berkualitas dari tiap-tiap disiplin ilmu yang membidanginya. Salah satunya yaitu bidang Komputer Akuntansi yang menghasilkan tenaga kerja siap pakai dengan keahlian yang dimiliki  ahli madya (Diploma 3). Mereka diharapakan akan terjun di dunia kerja baik swasta maupun pemerintah.
Salah satu syarat membuat Tugas Akhir pada kurikulum Politeknik Telkom Bali Widya Dharma, khususnya jurusan Komputer Akuntansi maka diadakan Praktek Kerja Lapangan yang berlangsung selama 3 bulan. Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengenal dunia kerja yang sebenarnya, mempraktekkan teori yang diperoleh dari perkuliahan pada kantor atau perusahaan, baik swasta maupun pemerintah.
Pada proses PKL berlangsung penulis melaksanakan kegiatan dalam penyelenggaraan KTT APEC Indonesia 2013 yang bertujuan untuk menyediakan layanan komunikasi atau jaringan internet yang di dukung  oleh PT. Telkom Indonesia untuk meningkatkan kualitas Wifi di Indonesia dalam penyelenggaraan KTT APEC di Indonesia tersebut.
Dalam pelaksanaan Instalatur Switch IDN Bali PT Telkom mengalikan pengerjaan tersebut ke kontraktor yaitu PT Sisindokom Lintasbuana selanjutnya pekerjaan dialihkan kepada perusahaan  PT Adisa Karya Abadi sebagai subcon dalam mengerjakan Instalatur Switch IDN Bali. Pada kesempatan kali ini penulis mengadakan Praktik Kerja Lapangan di PT. Adisa Karya Abadi. Yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjadwalkan proses Installasi Instalatur Switch pada tiap venue/hotel di kawasan Nusa Dua Bali yang berjumlah (24 Hotel) dengan jumlah lokasi yang di kerjakan (221) dalam pengerjaan ini penulis memiliki enam (6) tenaga kerja dan mempunyai batasan waktu yaitu kerja 2,5 bulan ( 60 hari kerja) dalam melakukan Instalatur sehingga penulis dalam setiap hari kerja memiliki planning untuk tenaga kerja yang di miliki agar pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dengan waktu yang ada. Agar tidak adanya permasalahan dengan waktu yang di miliki oleh penulis, penulis hendaknya dapat menyelaraskan pekerjaan yang ada dalam setiap hari dengan stock barang yang ada di gudang agar  dapat menyeimbangkan dengen kecepatan yang di miliki oleh instalatur dengan maksimal sehingga tidak adanya gangguan atau masalah dalam pengerjaan installasi pada tiap harinya.
Dalam pengerjaan ini penulis juga hendaknya menyelaraskan dalam penjadwalan atara pihak Telkom Indonesia dengan pihak Hotel yang menjadi bagian dalam acara KTT APEC Indonesia 2013. Dalam melakukan pengerjaan installasi Instalatur Switch penulis juga memiliki kewajiban untuk menyiapkan segala urusan perijinan kerja baik dari  Pihak PT Telkom maupun dari pihak Hotel untuk melaksanakan pengerjaan Installasi Switch IDN Bali, agar tidak adanya permasalahan yang timbul.
Pada saat terselenggaranya KTT APEC Indonesia 2013 penulis melakukan maintenes Switch, dimana maintenes switch tersebut bertujuan untuk mengontrol keadaan Switch sehingga tidak adanya masalah yang terjadi pada switch.

1.2      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang  yang telah diuraikan di atas, penulis dalam menganalisasi tentang manajemen waktu dan tenaga kerja merumuskan beberapa masalah, yaitu :
·         Bagaimman cara memanajemen Waktu yang dimiliki dalam pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali?
·         Bagaimana cara menyelesaikan  Surat izin installasi sebelum teknisi melakukan pengerjaan?
·         Bagaimana cara memberikan pelayanan dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang ada di gudang?



1.3    Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang dapat di analisis penulis membatasi masalah tersebut yaitu :
·         Pembatasan masalah ( membatasi masalah yang ada agar masalah tidak berkembang, ke tiap depisi/pihak yang lain).

1.4         Tujuan Dan Manfaat
1.4.1        Tujuan
a.       Tujuan Umum
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penyusunan laporan ini adalah unntuk meningkatkat kinerja pekerjaan dalam pengawsan tenaga kerja, pembagian waktu, dan penggunaan stock barang.
b.      Tujuan Khusus
1.      Untuk menyelesaikan tugas akhir di dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu membuat Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
2.      Memahami sistem pengelolaan (manajerial) Sumber Daya Manusia (SDM) di PT Adisa Karya Abadi.
3.      Memahami dan mengevaluasi gaya kepemimpinan yang ada di PT Adisa Karya Abadi
4.      Memperoleh pengalaman bekerja di bidang Manajemen yaitu di PT Adisa Karya Abadi.
5.      Memahami sistem kerja di PT Adisa Karya Abadi.
6.      Menyelesaikan Mata Kuliah PKL yang harus ditempuh pada semester 5 di Prodi Komputer Akuntansi.
1.4.2        Manfaat
Untuk memahami keterkaitan antara waktu dan tenaga kerja serta mensolusikan kendala-kendala yang terjadi di tiap pengerjaan. Sehingga laporan ini diharapkan nantinya akan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis bagi semua pihak yang mempunyai kaitan dengan laporan ini, antara lain:
1.      Bagi mahasiswa
Merupakan kesempatan yang baik untuk dapat mengaplikasikan pengetahuan/teori yang diperoleh di bangku kuliah untuk dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
2.      Bagi Perusahaan
Hasil laporan ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran dan masukan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan agar dapat memberikan manfaat teknis dalam rangka meningkatkan memanajemen waktu dan tenaga kerja, dan juga ada beberapa yang paling penting yaiutu :
a. Dengan pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL), diharapkan perusahaan mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi.
b. Mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki mahasiswa peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL), sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
c.  Dan sebagai wadah penyerapan karyawan atau tenaga kerja.
3.      Bagi Akademis
a.  Dengan pelaksanaan praktek kerja lapangan, kampus mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan perusahaan.
 b. Mampu mengembangkan program kemitraan lainnya, seperti pertukaran pakar.
c.  Mempu merelevankan kurikulum mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.



1.5         Metode penulisan
1.5.1 Lokasi tempat PKL
Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Perusahaan PT Adisa Karya Abadi yang beralamat di Pondok Bambu Asri Selatan IV No 1 Jakarta Timur, namun Peraktek Kerja Lapangan diadakan dan dilaksanakan  di Hotel pada kawasan Nusa Dua dan Jimbaran Bali yang dimana hotel tersebut menjadi bagian dari Delegasi KTT APEC Indonesia 2013, yang berjumlah 24 Hotel, yang bertujuan untuk meingkatkan kualitas jaringan Internet.
Hotel yang menjadi pelaksanaan KTT APEC Indonesia 2013 yaitu : The Laguna Resort, Conrad Tanjung Benoa, Grand Hyatt, Ayodya Resort, ST Regis Resident, JW Marriot/Sofitel, Melia Resort, Hotel Nikko, The Mulia Resort, Intercontinental Jimbaran, The Westin Resort, Nusa Dua Beach Hotel, LE Meridien Jimbaran, Novotel BTDC, Novotel Tanjung Benoa, Courtyard by Marriot, Inna Putri Bali, Samabe Hotel, Ibis Tanjung Benoa, Bali Iternasional Medicel Center(BIMC), Mercure Nusa Dua, Four Seasons Jimbaran, Amanusa Villa Nusa Dua yang bertempat di kawasan Nusa Dua dan Jimbaran Bali.


1.5.2 Waktu PKL
Sesuai ketentuan Kampus Politeknik Telkom Bali Widya Dharma, kegiatan PKL harus dilakukan dilaksanakan selama (3 bulan). PKL ini direncanakan dan dijalankan mulai tanggal 01 Agustus 2013 hingga 31 Oktober 2013. Kegiatan PKL berlangsung dari Hari Senin hingga Sabtu dengan lama kegiatan 8 jam kerja setiap harinya, yaitu mulai pukul 09.00 WITA – 17.00 WITA yang di sesuaikan dengan jadwal pelakasanaan PKL.
1.5.3 pengumpulan data
a.       Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan mengadakan wawancara atau tanya jawab langsung yakni wawancara yang dilakukan kepada staff pimpinan PT. Adisa Karya Abadi.
b.      Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke perusahaan PT. Adisa Karya Abadi.



c.       Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen pada PT. Adisa Karya Abadi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
1.5.4  Data yang digunakan
 Data yang digunakan dalam laporan ini adalah :
a.       Data primer
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya dicatat dan diamati untuk pertama kalinya oleh penulis dari perusahaan yang bersangkutan seperti mengadakan wawancara.
b.      Data sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan mengumpulkan data informasi dari pihak lain yang telah mengumpulkan data tersebut seperti sejarah perusahaan, landasan teoritis dari buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan masalah ini atau dari informasi-informasi lain yang relevan dengan pembahasan yang akan dibahas.


1.5.5 Teknik Analisa Data
Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif  kualitatif  yaitu menguraikan dan akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan serta dapat digunakan sebagai referensi bagi perusahaan untuk menyempurnakannya bila dianggap perlu.

1.6   Landasan Teori
1.6.1        Pengertian manajemen
Manajemen Project Adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan project.  Project  adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. project selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama sebuah project adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya.  Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan project, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan project yang telah ditentukan.
Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain adalah sebagai berikut :
1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. 
2. Menurut R. Terry :
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
3. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi  lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.
4. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
·      Teori - Teori Pemikiran Manajemen
A. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik
    Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :
    1. Pentingnya peran manajer
    2. Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja
    3. Tanggung jawab kesejahteraan karyawan
    4. Iklim kondusif
Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.
 A.1. Robert Owen (1771 - 1858)
 Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja  sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.
A.2. Charles Babbage (1792 - 1871)
Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.
 A.3. Frederick W. Taylor :
Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu  kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.
 A.4. Hennry L. Gantt (1861 - 1919) :
         Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :
1.    Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.
2.     Mengenal metode seleksi yang tepat.
3.     Sistem bonus dan instruksi.
Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap  motivasi kerja.
 A.5. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 - 1924 dan 1878 - 1972) :
Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam  pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk  mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.
 A.6. Herrrington Emerson (1853 - 1931) :
Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah.
Adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :
1.      Tujuan jelas
2.      Kegiatan logis
3.      Staf memadai
4.       Disiplin kerja
5.       Balas jasa yang adil
6.      Laporan terpecaya
7.      Urutan instruksi
8.      Standar kegiatan
9.      Kondisi standar
10.  Operasi standar
11.  Instruksi standar
12.  Balas jasa insentif
B. Penetapan Tujuan
Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. Tujuan manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. Ini akan memudahkan dalam meproyeksikan dan mencapainya. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen. Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen.Kemudian secara hirarki diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Metode ini disebut dengan Tricle Up Theory. Pada kondisi yang berbeda, tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan staf, sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi.
C. Pengertian dan Fungsi Forecasting
Forecasting adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar variabel atau kemungkinan yang ada. Potensi dan kelemahan perusahaan diperhatikan dengan seksama. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat. Hasil  dari forecasting ini menjadidasar dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencan.
D. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen
A. Pengertian Pengambilan Keputusan
 Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan.Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli,   diantaranya adalah :
    A.1. G. R. Terry :
Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarka kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
    B.2. Claude S. Goerge, Jr :
Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihandiantara sejumlah alternatif.
    C.3. Horold dan Cyril O'Donnell :
Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternative  mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
    C.4. P. Siagian :
 pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.
B. Fase Pengambilan Keputusan
    1. Aktivitas intelegensia
 Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.
    2. Aktifitas desain
Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk mencapai tujuan.
       Aktifitas desain meliputi :
       - menemukan cara-cara/metode
       - mengembangkan metode
       - menganalisa tindakan yang dilakukan
    3. Aktifitas pemilihan
        Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan yang ada. Pemilihan ini  berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.
    Dari tiga aktifutas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah :
    a. Mengidentifikasi masalah utama
    b. Menyusun alternatif
    c. Menganalisis alternatif
    d. Mengambil keputusan yang terbaik
C. Teknik Pengambilan Keputusan
    1. Operational Research/Riset Operasi
Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan pemecahan persoalan.
   2. Linier Programming
       Riset dengan rumus matematis.
   3. Gaming War Game
       Teori penentuan strategi.
   4. Probability
     Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak normal.
D. Proses Pengambilan Keputusan
    Menurut G. R. Terry :
    1. Merumuskan problem yang dihadapi
    2. Menganalisa problem tersebut
    3. Menetapkan sejumlah alternatif
    4. Mengevaluasi alternatif
    5. Memilih alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
    Menurut Peter Drucher :
    a. Menetapkan masalah
    b. Manganalisa masalah
    c. Mengembangkan alternatif
    d. Mengambil keputusan yang tepat
    e. Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif

·         Fungsi - Fungsi Manajemen
A. Pengertian
Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang   manajer dalam kegiatan manajerialnya. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Secara menyeluruh, fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Perencanaan/Planning :
Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna  mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk   konsep atau suatu program kerja.
    2. Pengorganisasian/Organizing :
Kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan kewajiban, fungs pekerjaan dan hubungan antar fungsi.
    3. Penyusunan Staf/Staffing :
Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan, pemanfaatan, pelatihan, pendidikan dan  pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif.
    4. Pengarahan/Directing :
Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan,
bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.
    5. Pengkoordinasian/Coordinating :
Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan.
Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut :
        a. Sinkronisasi kegiatan
        b. keterpduan kegiatan
        c. menyelaraskan kegiatan
        d. meruntutkan kegiatan
        e. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan
    6. Pengawasan/Controling :
Fungsi yang memberikan penilaian, koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Secara terus-  menerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan. Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari  evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya.
·         Pengorganisasi
A. Pengertian
Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan menurut Chester I. Barnard, organisasi adalah sebagai suatu system aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari dua pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang yang bekerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara tegas organisasi ditandai oleh :
a.       Adanya kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat.
b.      Adanya hubungan yang harmonis dalam kerjasama.
c.       Hubungan kerjasama atas dasar penetapan hak, kewajiban dan tanggungjawan tertentu.
Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian ada beberapa tahap yang perlu untuk
    diperhatikan, yaitu :
c.       Merinci pekerjaan yang harus dilaksanakan.
d.       Membagi beban kerja.
e.        Mensinkronisasi pekerjaan
f.       Menentukan mekanisme pekerjaan.
Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut diatas dapat ambil kesimpulan bahwa  pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang tugas, wewenang dan tanggung jawabyang jelas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
B. Unsur - Unsur Organisasi
Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu organisasi. Unsur tersebut adalah sebagai berikut :
1.       Sebagai wadah atau tempat bekerja sama.
Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab.
2.       Sebagai proses kerja sama antara dua orang atau lebih.
Pembagain tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.
3.       Adanya tugas atau kedudukan yang jelas
Adanya pengaturan dan pembagian wewenang, tugas dan tanggung jawab.
4.       mempunyai tujuan tertentu.
Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan dalam tugas untuk mencapainya.
C. Tujuan dan Manfaat Organisasi
 Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah diatur, disusun, ditetapkan.  Semnetara itu, manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur, koordinasi pelaksanaan pekerjaan dapat lebih baik, pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
1.6.2  pengertian Manajemen waktu
Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuat data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Disini perlu kita tahu bahwa setiap pekerjaan pastilah penting namun dari daftar pekerjaan penting itu ada yang lebih penting yaitu pekerjaan yang mendesak atau genting dan biasanya berhubungan dengan deadline.
Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
1.      Jenis-Jenis manajemen Waktu
a.        Menentukan yang harus diprioritaskan
Hal apa yg harus menjadi prioritas terlebih dalu.  Buatlah list perencanaan dan mulailah dengan tugas yang terpenting. Sebagai seorang pemimpin, menentukan skala prioritas pekerjaan mana yg paling penting dan harus segera diselesaikan dan juga pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. sehingga dengan begitu, semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
b.      Membuat Jadwal/Planing
Membuat jadwal kegiatan akan membantu Anda mengingatkan segala pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Jadwal ini bisa berupa jadwal kegiatan harian dengan keterangan jenis-jenis kegiatan Anda yang harus selesai hari itu. Dengan jadwal yang tersusun benar dan Anda ingat selalu, waktu pun bisa diatur dengan baik.
c.       Tak perlu perfeksionis
Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme. Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna, mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi.


1.6.3                   Manajemen Orang/ sumber Daya Manusia
Program pengembangan kepemimpinan pikiran pengalihan menawarkan Anda kesempatan untuk langkah bebas dari bintik-bintik buta yang secara otomatis muncul dalam situasi kerja yang serba cepat,  Anda akan melihat bagaimana Anda mempengaruhi karyawan anda - positif dan negatif - dan mendapatkan alat-alat praktis dan kerangka kerja yang membantu Anda membuat mereka lebih efektif untuk mencapai hasil yang Anda butuhkan. Program ini melengkapi Membangun Hubungan Itu Pekerjaan, yang berfokus pada revitalisasi hubungan yang mempengaruhi kualitas dan profitabilitas pada pekerjaan anda.

1.7      Sistematika Penulisan
BAB I :  PENDAHULUAN
pada Bab ini membahas tentang latar belakang kegiatan PKL, rumusan masalah dan batasan masalah tujuan dan manfaat dilaksanakannya kegiatan, metode penulisan yang membahas tentang lokasi tempat Praktek Kerja lapangan, Waktu dalam pelaksanaan PKL, teknik pengumpulan data, data yang digunakan, teknik pengembangan  system dan landasan teori, serta sistemaktika laporan kegiatan PKL.
BAB II :  GAMBARAN UMUM
Pada Bab ini membahas lebih lanjut mengenai gambaran umum  PT Adisa Karya Abadi yang terdiri dari profil, struktur/organisasi prusahaan, tugas wewenang dan tanggung jawab pada tiap organisasi, bagian/unit kerja yang menjadi posisi mahasiswa pada saat melaksanakan PKL, aktifitas yang dijalani pada saat melakukan/melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
BAB III :  PEMBAHASAN
       pada Bab ini membahas tentang pembahasan laporan Praktek Kerja lapangan (PKL). Menjelaskan waktu yang dimiliki penulis dalam penyelesaian installasi switch dengan waktu yang telah di tetapkan, Bagaimana cara menyelesaikan perijinan perja pada tiap Venue, dan menyeimbangkan pekerjaan dengan stock barang yang ada.
BAB IV :  PENUTUP
Pada BAB ini membahas tentang simpulan dan saran.








BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1  Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ) adalah suatu perusahaan yg bergerak dibidang perdagangan Umum, Jasa Sofware dan hadware jaringan komputer, Mekanikal Elektrikal, Teknikal Support Industri. PT. ADISA KARYA ABADI( AKA ) sebelumnya adalah CV GAYA SELARAS ABADI yang didirikan tanggal 26 November 2000 dan berubah menjadi PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ) pada tanggal 01 Juli 2008 Dengan didukung oleh tenaga ahli yang professional dibidangnya dan komitmen yang penuh dari semua unsur dalam perusahaan PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ) telah menjalin kerjasama dengan perusahaan terkenal di Indonesia diantaranya yaitu : PT. Bank BTN Persero , PT. Telkom Indonesia Dan PT. Semen Padang Indonesia. Memberikan solusi yang terbaik bagi seluruh kliennya, biaya lebih murah, kualitas lebih baik dan waktu lebih cepat, adalah merupakan tujuan utama dari PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ).


2.1.1        Visi dan Misi Perusahaan
1.      Visi PT Adisa Karya Abadi
Menjadi Perusahaan terbaik dalam Bidang Perdagangan Umum, jaringan sofware hadware komputer, network dan M E di Indonesia.
2.      Misi PT Adisa Karya Abadi
CSJT ( CEPAT, SABAR, JUJUR, TAWAKAL ) Mempersembahkan membangun dan maju bersama Kami Dengan menyediakan layanan Perdagangan umum, jasa jaringan sofware hadware, network komputer, Mekanikal & Elektrikal, berlandaskan kepedulian, kemitraan yang- kuat dan pengalaman yang terbuktikan.


   

2.2  Setruktur Organisasi
Setruktur merupakan hubungan orang dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
( Sumber : PT Adisa Karya Abadi 2013)

2.2.1        Tugas , Wewenang dan Tanggung Jawab
1.      Ir. Hepi Hepidin MM beliau sebagai Direktur Utama pada  perusahaan PT Adisa Karya Abadi, beliau memiliki kewenangan dan tanggung jawab secara penuh dalam pengendalian dan pengembangan  perusahaan dalam pengambilan keputusan pada PT Adisa Karya Abadi.
2.      Teby Adam beliau sebagai Direktur Project, beliau memiliki tugas dan kewenangan dalam mengambil keputusan dalam Project yang beliau pimpin, memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas semua project yang beliau pimpin.
3.       F. Aldy Fariha beliau sebagai Manager Project, beliau memiliki tuags dan tanggung jawab dalam pengelolaan project dan bertanggung jawab atas semua karyawan dan tenaga kerja yang dalam pengerjaan project.
4.      I Gede Ariwibawa sebagai Leader Project yang memiliki tugas dan wewenang untuk mengatur tenaga kerja  dan bertanggung jawab pada tiap tenaga kerja serta memberikan solusi-solusi pada tiap kendala/masalah pada tiap pekerjaan.
5.      I Komang Muliarta sebagai Admin project memiliki tugas dan tanggung jawab atas selurus pengeluaran dan pemasukan barang, juga dalam pembuatan Delivery Order, pembuatan laporan barang.
6.      Andik Priyanto, Reztra, Cristian Pangemanan, ngurah Andre Suryana, Alexander, memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Instalatur pada tiap pekerjaan.

2.3  Bagian/Unit Kerja Penulis
Pada Praktek Kerja Lapangan tersebut penulis mendapat tugas sebagai Leader Project dan kewenangan untuk mengatur atau memberi arahan pada semua tenaga kerja/SDM yang dimiliki, mengurus perijinan pada saat pelaksanaan Project atau pekerjaan, dan memberikan arahan pada tiap tenaga kerja, mengatur waktu yang ada untuk penyelesaian project.
2.3.1   Aktifitas yang dilakukan penulis
Aktifitas yang dijalankan pada saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan yaitu memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Leader Project, yang memiliki tugas mengawal project yang bertujuan untuk layanan jaringan dalam pelaksanaan APEC, sehingga memiliki tangguung jawab untuk menyiapkan perijinan untuk pelaksanaan kegiatan, melakukan Survey pada tiap Hotel yang menjadi bagian dari pelaksanaan APEC, menyiapkan planning untuk tenaga kerja/teknisi, mengawasi perjalanan project, dan memberikan solusi-solusi pada tiap kendala yang terjadi pada saat pekerjaan/pelaksanaan project, dan membuat As Build Drawing pada tiap lokasi yang menjadi pengerjaan dari teknisi.

  

BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Bagaimana memanajemen Waktu yang dimiliki dalam pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali.
Sebagaimana kita ketahui bahwa waktu sangatlah penting dalam pengerjaan project karena dalam pengerjaan ini PT Adisa Karya Abadi memiliki batasan yang sangat singkat untuk dapat menyelesaikan project tersebut, dalam hal ini harus benar-benar dapat membagi waktu yang sesingkat mungkin dalam penyelesaian pekerjaan. Dalam pengerjaan ini kita harus memiliki jadwal/penjadwalan setiap harinya agar dapat terselesaikan dengan tepat waktu. manajemen waktu ini akan memberikan hasil yang baik jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disiplin tinggi. Selain itu komitmen yang tinggi setiap individu juga sangat diperlukan dalam mematuhi dan menjalankan manajemen waktu kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan, instansi atau kita tentukan sendiri dalam menjalankan aktifitas kita sehari-hari.
Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuat data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Disini perlu kita tahu bahwa setiap pekerjaan. Pastilah penting namun dari daftar pekerjaan penting itu ada yang lebih penting yaitu pekerjaan yang mendesak atau genting dan biasanya berhubungan dengan deadline.
Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
a.       Menentukan yang harus diprioritaskan
Hal apa yg harus menjadi prioritas terlebih dalu.  Buatlah list perencanaan dan mulailah dengan tugas yang terpenting. Sebagai seorang pemimpin, menentukan skala prioritas pekerjaan mana yg paling penting dan harus segera diselesaikan dan juga pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. sehingga dengan begitu, semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu.


b.      Membuat Jadwal/Planing
Membuat jadwal kegiatan akan membantu Anda mengingatkan segala pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Jadwal ini bisa berupa jadwal kegiatan harian dengan keterangan jenis-jenis kegiatan yang harus terselesaikan. Dengan jadwal yang tersusun benar akan dapat selalu dapat di ingat dan terencana, waktu pun dapat diatur dengan baik.
“Waktu seperti pedang, jika kau tak memotongnya, ia memotongmu”  (Ali bin Abi Thalib). Kutipan di atas menyiratkan bahwa betapa pentingnya waktu, terlebih lagi bagi suatu organisasi bisnis berbasis industri manufaktur. Bagi industri manufaktur, waktu adalah “kesempatan” untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang ada, agar dapat hasil yang maksimal.

Gambar 3.1 Summary Intallation

3.2  Bagaimana cara menyelesaikan perijinan dalam installasi sebelum teknisi melakukan pengerjaan.
Dimana kita ketahui bahwa setiap kita melakukan pekerjaan di perusahaan milik orang lain atau melaksanakan pekerjaan yang di tugaskan dari kantor, maka dari itu sebelum melakunan pekerjaan  sehendaknya kita mengurus perijinan kerja dan memberitahu kepada pihak-pihak yang berwenang dalam pekerjaan yang di lakukan agar tidak timbulnya masalah yang terjadi.
Gambar 3.2 surat Ijin

3.3  Bagaimana cara memberikan pelayanan dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang ada di gudang.
Sebagaimana kita ketahui bahwa pelayanan merupakan hal terpenting disamping kelengkapan ragam produk pada perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa, karena dengan kualitas pelayanan akan mencerminkan kinerja dari perusahaan yang bersangkutan. Maka tidaklah heran apabila perusahaan yang bergerak di bidang jasa selain berusaha memberikan kelengkapan ragam produk, perusahaan juga akan selalu berusaha mendorong para karyawannya untuk dapat melayani konsumen dengan pelayanan yang optimal.
Pelayanan merupakan hal terpenting pada tenaga kerja agar setiap tenaga kerja yang ada bias memahami pekerjaan yang di berikan dari pemimpin dan dapat di kerjakan dengan baik,  setiap pekerjaan yang di lakukan bagaimana seorang pemimpin agar dapat pekerjaan tersebut terselesaikan dengan tepat waktu dan berjalan dengan lancar, sehingga pemimpin harus dapat menyelaraskan setiap pekerjaan yang di lakukan oleh teknisi, dan dalam stock barang yang ada.




BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1  Simpulan
Berdasarkan hasil analisa dari pengumpulan data dan pengolahan data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
4.1.1        Manajemen Waktu yang dimiliki dalam pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali.
Pentingnya waktu dalam penyelesaian project dan manajemen untuk menjalankan atau mengatur jalannya project, sehingga dapat hasil yang maksimal.
a.       Menentukan yang harus diprioritaskan
Dengan adanya prioritas yang ditentukan maka perjalanan suatu project dapat terpantau dan terlihat jelas.
b.      Pembuatan Jadwal/Planning
Membuat jadwal kegiatan akan sangat membantu dalam  mengingatkan segala pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu, dengan tujuan yang dimiliki.


4.1.2        Bagaimana cara menyelesaikan perijinan dalam installasi sebelum teknisi melakukan pengerjaan.
Dalam hal ini pentingnya perijinan dalam melakukan pekerjaan yang menjadikan keamanan dalam bekerja, dan kenyamanan.
4.1.3        Bagaimana cara memberikan pelayanan dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang ada di gudang.
Kinerja dari tenaga kerja yang perlu di perhatikan karena perusahaan sangat terkait hubungannya dengan tenaga kerja/ pegawai, sehingga dalam ini pegawai bias menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Perlunya perhatian dalam pekerjaan dengan stock barang yang ada supaya tidak adanyan permassalahan di dalam pelaksanaan pekerjaan.

4.2  Saran
Bedasarkan kendala  yang dihadapi, saran yang bisa dikemukakan dalam penyusunan laporan praktik kerja lapangan ini selama terjun langsung melakukan penelitian di PT. Adisa Karya Abadi sekiranya dapat bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan PT. Adisa Karya Abadi di masa yang akan datang adalah :

4.2.1        Perusahaan hendaknya dapat memanajemen Waktu dan SDM dengan baik dan tepat.
Sebaiknya perusahaan memberikan perhatian yang bersifat individual yang diberikan kepada karyawannya, dan pelayanan terhadap tenaga kerja sangatlah penting untuk kelangsungan perusahaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar