Sabtu, 03 Mei 2014
Minggu, 01 Desember 2013
contoh laporan pkl
KATA PENGANTAR
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu
cara bagi mahasiswa untuk dapat memperoleh tambahan pengetahuan serta
pengalaman. Kegiatan ini nantinya dapat menjadi sebuah pembelajaran tersendiri
selain dari yang telah diperoleh selama menjalani masa perkuliahan.
Laporan ini menjadi catatan mengenai hal-hal apa
saja yang telah direncanakan sebelum mengikuti kegiatan PKL, kegiatan yang
dilakukan selama ini, hambatan yang dialami serta pengalaman dan pembelajaran
yang diperoleh. Sehingga pada kesempatan ini
penulis mengambil judul “Manajemen Waktu dan Orang pada Instalatur Switch
CISCO Indonesia Digital Network – Bali”.
Oleh karena itulah, Puji dan syukur penulis
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun dalam pembuatan penyusunan laporan
ini.
Selain itu, ucapan terima kasih juga diberikan terhadap pihak-pihak yang
telah membantu selama proses kegiatan PKL dan juga pembuatan laporan ini,
yaitu:
1. Bapak I Gede Negara, selaku Direktur Politeknik
Telkom Bali Widya Dharma yang telah memberikan ijin untuk melakukan kegiatan
PKL.
2.
Bapak Ir. I Gede Pariutama Westra,
selaku Wakil Direktur I Politeknik Telkom Bali Widya Dharma yang telah memberikan
izin dalam melaksanakan PKL.
3.
Bapak I Wayan
Astawa,SE,MM, selaku Kaprodi Komputer
Akuntansi dan sekaligus sebagai dosen Pembimbing selama kegiatan PKL sampai
penyelesaian laporan PKL.
4.
Bapak Ir Hepi
Hepidin MM, selaku Direktur Utama PT. Adisa Karya Abadi yang telah memberikan
kesempatan untuk melakukan kegiatan PKL.
5.
Bapak Teby
Adam, Selaku Direktur Project dan penanggung jawab kegiatan PKL yang telah
memberikan kesempatan dan penanggung jawab dalam melakukan kegiatan PKL.
6.
Bapak R. Aldy
Fariha, selaku Manager Project yang telah banyak membantu dalam pemberian
pengetahuan maupun membantu dalam pengumbulan Informasi untuk pembuatan laporan
PKL.
7.
Orang Tua, serta
Kekasih tercinta Penulis yang telah memberi semangat dan suport dalam
pelaksanaan kegiatan PKL.
8.
Teman-teman
dan pihak-pihak lain yang membantu, baik dalam pemberian saran maupun kritik
untuk penyelesaian laporan ini.
Adapun tujuan penulisan laporan PKL ini adalah
sebagai bentuk pelaporan terhadap apa yang telah Penulis kerjakan, dapatkan dan
usulkan selama melakukan Praktik Kerja Lapangan, sehingga apabila laporan PKL
ini dinilai layak, dapat memenuhi sebagian syarat guna penyusunan tugas akhir.
Demikian kata pengantar dari Penulis, dengan harapan
semoga laporan Praktik Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi
para pembaca, dengan kesadaran Penulis bahwa laporan Praktik Kerja Lapangan
masih mempunyai banyak kekurangan dan kelemahan sehingga membutuhkan banyak
saran dan kritik yang membangun untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
Terima kasih.
Denpasar, 20 Nopember 2013
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Politeknik Telkom Bali Widya Dharma
Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Bali yang
menghasilkan sumber daya manusia yang
mampu bersaing di dunia kerja dan telah menghasilkan alumni-alumni yang berkualitas dari tiap-tiap
disiplin ilmu yang membidanginya. Salah satunya yaitu bidang Komputer Akuntansi
yang menghasilkan tenaga kerja siap pakai dengan keahlian yang dimiliki ahli madya (Diploma 3). Mereka diharapakan
akan terjun di dunia kerja baik swasta maupun pemerintah.
Salah satu syarat membuat Tugas
Akhir pada kurikulum Politeknik Telkom Bali Widya Dharma, khususnya jurusan
Komputer Akuntansi maka diadakan Praktek Kerja Lapangan yang berlangsung selama
3 bulan. Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengenal
dunia kerja yang sebenarnya, mempraktekkan teori yang diperoleh dari
perkuliahan pada kantor atau perusahaan, baik swasta maupun pemerintah.
Pada proses PKL berlangsung penulis melaksanakan
kegiatan dalam penyelenggaraan KTT APEC Indonesia 2013 yang bertujuan untuk
menyediakan layanan komunikasi atau jaringan internet yang di dukung oleh PT. Telkom Indonesia untuk meningkatkan
kualitas Wifi di Indonesia dalam penyelenggaraan KTT APEC di Indonesia
tersebut.
Dalam pelaksanaan Instalatur Switch
IDN Bali PT Telkom mengalikan pengerjaan tersebut ke kontraktor yaitu PT
Sisindokom Lintasbuana selanjutnya pekerjaan dialihkan kepada perusahaan PT Adisa Karya Abadi sebagai subcon dalam
mengerjakan Instalatur Switch IDN Bali. Pada kesempatan kali ini penulis
mengadakan Praktik Kerja Lapangan di PT. Adisa Karya Abadi. Yang memiliki tugas
dan tanggung jawab untuk menjadwalkan proses Installasi Instalatur Switch pada
tiap venue/hotel di kawasan Nusa Dua Bali yang berjumlah (24 Hotel) dengan
jumlah lokasi yang di kerjakan (221) dalam pengerjaan ini penulis memiliki enam
(6) tenaga kerja dan mempunyai batasan waktu yaitu kerja 2,5 bulan ( 60 hari
kerja) dalam melakukan Instalatur sehingga penulis dalam setiap hari kerja
memiliki planning untuk tenaga kerja yang di miliki agar pekerjaan tersebut
dapat terselesaikan dengan waktu yang ada. Agar tidak adanya permasalahan
dengan waktu yang di miliki oleh penulis, penulis hendaknya dapat menyelaraskan
pekerjaan yang ada dalam setiap hari dengan stock barang yang ada di gudang
agar dapat menyeimbangkan dengen
kecepatan yang di miliki oleh instalatur dengan maksimal sehingga tidak adanya
gangguan atau masalah dalam pengerjaan installasi pada tiap harinya.
Dalam pengerjaan ini penulis juga
hendaknya menyelaraskan dalam penjadwalan atara pihak Telkom Indonesia dengan
pihak Hotel yang menjadi bagian dalam acara KTT APEC Indonesia 2013. Dalam
melakukan pengerjaan installasi Instalatur Switch penulis juga memiliki
kewajiban untuk menyiapkan segala urusan perijinan kerja baik dari Pihak PT Telkom maupun dari pihak Hotel untuk melaksanakan
pengerjaan Installasi Switch IDN Bali, agar tidak adanya permasalahan yang
timbul.
Pada saat terselenggaranya KTT APEC
Indonesia 2013 penulis melakukan maintenes Switch, dimana maintenes switch
tersebut bertujuan untuk mengontrol keadaan Switch sehingga tidak adanya
masalah yang terjadi pada switch.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan di
atas, penulis dalam menganalisasi tentang manajemen waktu dan tenaga kerja
merumuskan beberapa masalah, yaitu :
·
Bagaimman cara memanajemen Waktu yang
dimiliki dalam pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali?
·
Bagaimana cara menyelesaikan Surat izin installasi sebelum teknisi
melakukan pengerjaan?
·
Bagaimana cara memberikan pelayanan
dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang ada di gudang?
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang
dapat di analisis penulis membatasi masalah tersebut yaitu :
·
Pembatasan masalah ( membatasi masalah
yang ada agar masalah tidak berkembang, ke tiap depisi/pihak yang lain).
1.4
Tujuan Dan Manfaat
1.4.1
Tujuan
a. Tujuan
Umum
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penyusunan laporan ini adalah unntuk
meningkatkat kinerja pekerjaan dalam pengawsan tenaga kerja, pembagian waktu,
dan penggunaan stock barang.
b. Tujuan
Khusus
1. Untuk
menyelesaikan tugas akhir di dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL)
yaitu membuat Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
2. Memahami
sistem pengelolaan (manajerial) Sumber Daya Manusia (SDM) di PT Adisa Karya
Abadi.
3. Memahami
dan mengevaluasi gaya kepemimpinan yang ada di PT Adisa Karya Abadi
4. Memperoleh
pengalaman bekerja di bidang Manajemen yaitu di PT Adisa Karya Abadi.
5. Memahami
sistem kerja di PT Adisa Karya Abadi.
6. Menyelesaikan
Mata Kuliah PKL yang harus ditempuh pada semester 5 di Prodi Komputer
Akuntansi.
1.4.2
Manfaat
Untuk memahami keterkaitan antara waktu dan tenaga
kerja serta mensolusikan kendala-kendala yang terjadi di tiap pengerjaan.
Sehingga laporan ini diharapkan nantinya akan dapat memberikan manfaat baik
secara teoritis maupun praktis bagi semua pihak yang mempunyai kaitan dengan
laporan ini, antara lain:
1. Bagi
mahasiswa
Merupakan
kesempatan yang baik untuk dapat mengaplikasikan pengetahuan/teori yang
diperoleh di bangku kuliah untuk dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di
lapangan.
2. Bagi
Perusahaan
Hasil laporan ini diharapkan
dapat memberi sumbangan pemikiran dan masukan kepada perusahaan sebagai bahan
pertimbangan agar dapat memberikan manfaat teknis dalam rangka meningkatkan
memanajemen waktu dan tenaga kerja, dan juga ada beberapa yang paling penting
yaiutu :
a.
Dengan pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL), diharapkan perusahaan mampu
meningkatkan hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi.
b.
Mampu melihat kemampuan potensial yanng dimiliki mahasiswa peserta Praktek
Kerja Lapangan (PKL), sehingga akan lebih mudah untuk perencanaan peningkatan
di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).
c.
Dan sebagai wadah penyerapan karyawan
atau tenaga kerja.
3. Bagi
Akademis
a.
Dengan pelaksanaan praktek kerja
lapangan, kampus mampu meningkatkan hubungan kemitraan dengan perusahaan.
b. Mampu mengembangkan program kemitraan
lainnya, seperti pertukaran pakar.
c.
Mempu merelevankan kurikulum mata kuliah
dengan kebutuhan dunia kerja.
1.5
Metode penulisan
1.5.1 Lokasi tempat PKL
Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di
Perusahaan PT Adisa Karya Abadi yang beralamat di Pondok Bambu Asri Selatan IV
No 1 Jakarta Timur, namun Peraktek Kerja Lapangan diadakan dan dilaksanakan di Hotel pada kawasan Nusa Dua dan Jimbaran
Bali yang dimana hotel tersebut menjadi bagian dari Delegasi KTT APEC Indonesia
2013, yang berjumlah 24 Hotel, yang bertujuan untuk meingkatkan kualitas
jaringan Internet.
Hotel yang menjadi pelaksanaan KTT APEC Indonesia
2013 yaitu : The Laguna Resort, Conrad Tanjung Benoa, Grand Hyatt, Ayodya
Resort, ST Regis Resident, JW Marriot/Sofitel, Melia Resort, Hotel Nikko, The
Mulia Resort, Intercontinental Jimbaran, The Westin Resort, Nusa Dua Beach
Hotel, LE Meridien Jimbaran, Novotel BTDC, Novotel Tanjung Benoa, Courtyard by
Marriot, Inna Putri Bali, Samabe Hotel, Ibis Tanjung Benoa, Bali Iternasional
Medicel Center(BIMC), Mercure Nusa Dua, Four Seasons Jimbaran, Amanusa Villa
Nusa Dua yang bertempat di kawasan Nusa Dua dan Jimbaran Bali.
1.5.2 Waktu PKL
Sesuai ketentuan Kampus Politeknik Telkom Bali Widya
Dharma, kegiatan PKL harus dilakukan dilaksanakan selama (3 bulan). PKL ini
direncanakan dan dijalankan mulai tanggal 01 Agustus 2013 hingga 31 Oktober
2013. Kegiatan PKL berlangsung dari Hari Senin hingga Sabtu dengan lama
kegiatan 8 jam kerja setiap harinya, yaitu mulai pukul 09.00 WITA – 17.00 WITA yang
di sesuaikan dengan jadwal pelakasanaan PKL.
1.5.3 pengumpulan data
a. Wawancara
Wawancara
merupakan metode pengumpulan data dengan mengadakan wawancara atau tanya jawab
langsung yakni wawancara yang dilakukan kepada staff pimpinan PT. Adisa Karya
Abadi.
b.
Observasi
Observasi
merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke
perusahaan PT. Adisa Karya Abadi.
c.
Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode
pengumpulan data dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen pada PT. Adisa Karya
Abadi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
1.5.4 Data
yang digunakan
Data yang
digunakan dalam laporan ini adalah :
a. Data
primer
Data
primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya dicatat dan diamati
untuk pertama kalinya oleh penulis dari perusahaan yang bersangkutan seperti
mengadakan wawancara.
b. Data
sekunder
Data
sekunder yaitu data yang diperoleh dengan mengumpulkan data informasi dari
pihak lain yang telah mengumpulkan data tersebut seperti sejarah perusahaan,
landasan teoritis dari buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan masalah ini
atau dari informasi-informasi lain yang relevan dengan pembahasan yang akan
dibahas.
1.5.5 Teknik Analisa Data
Teknik analisis data pada
penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif
yaitu menguraikan dan akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan serta
dapat digunakan sebagai referensi bagi perusahaan untuk menyempurnakannya bila
dianggap perlu.
1.6 Landasan Teori
1.6.1
Pengertian manajemen
Manajemen Project
Adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian,
pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai
tujuan-tujuan project. Project adalah sebuah kegiatan yang bersifat
sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan
biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber
pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada
umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai
nilai tambah. project selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras
dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana
Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya
biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda,
dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.
Tantangan utama
sebuah project adalah mencapai
sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang
telah dipahami sebelumnya. Pada
umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya
disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan".
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam
menjalankan project, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan
batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana
mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai
tujuan project yang telah ditentukan.
Manajemen berasal dari kata "to manage"
yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Banyak definisi yang telah
diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini. Namun dari sekian
banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangan dalam
memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri
dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakandan
pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan
yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya
lainnya.
Sedangkan pengertian menurut ahli-ahli yang lain
adalah sebagai berikut :
1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan
tertentu melalui kegiatan orang lain.
2. Menurut R. Terry :
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri
dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah
ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
3. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang
telah ditetapkan.
4. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang
dilakukan melalui usaha orang lain.
5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
· Teori
- Teori Pemikiran Manajemen
A. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik
Variabel
yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :
1.
Pentingnya peran manajer
2.
Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja
3.
Tanggung jawab kesejahteraan karyawan
4. Iklim
kondusif
Manajemen
ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.
A.1. Robert
Owen (1771 - 1858)
Menekankan
tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan
perusahaan.Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak
memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya
dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.
A.2. Charles Babbage (1792 - 1871)
Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja
dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap ekerja dapat
dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut
tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.
A.3.
Frederick W. Taylor :
Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara
ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu
kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian
pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut
sistem upah differensial.
A.4. Hennry
L. Gantt (1861 - 1919) :
Gagasannya mempunyai kesamaan dengan
gagasan Taylor, yaitu :
1. Kerjasama
saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.
2. Mengenal metode seleksi yang tepat.
3. Sistem bonus dan instruksi.
Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial.
Karena hanya berdampak kecil terhadap
motivasi kerja.
A.5. Frank B
dan Lillian M. Gilbreth (1868 - 1924 dan 1878 - 1972) :
Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan
gerakan dan kelelahan dalam pekerjaan.
Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan
yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan
untuk mencapai gerakan yang efektif
dapat mengurangi kelelahan.
A.6.
Herrrington Emerson (1853 - 1931) :
Berpendapat
bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah.
Adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu
ia menganjurkan :
1. Tujuan
jelas
2. Kegiatan
logis
3. Staf
memadai
4. Disiplin kerja
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan
terpecaya
7. Urutan
instruksi
8. Standar
kegiatan
9. Kondisi
standar
10. Operasi
standar
11. Instruksi
standar
12. Balas
jasa insentif
B. Penetapan Tujuan
Tujuan adalah fase pertama dalam perencanaan. Tujuan
manajemen hendaknya dirumuskan secara jelas dan pasti. Ini akan memudahkan
dalam meproyeksikan dan mencapainya. Biasanya tujuan ditetapkan oleh manajemen.
Sehingga biasa dikenal dengan tujuan manajemen.Kemudian secara hirarki
diturunkan kepada manajemen tingkat bawah. Metode ini disebut dengan Tricle Up
Theory. Pada kondisi yang berbeda, tujuan dapat ditetapkan antara manajemen dan
staf, sehingga melibatkan semua unsur perusahaan/organisasi.
C. Pengertian dan Fungsi Forecasting
Forecasting
adalah meramal atau memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa datang berdasar
variabel atau kemungkinan yang ada. Potensi dan kelemahan perusahaan
diperhatikan dengan seksama. Forecasting dilakukan sebelum perencanaan dibuat.
Hasil dari forecasting ini menjadidasar
dalam pembuatan rencana dan diproyeksikan untuk menjadi bahan penjabaran rencan.
D. Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen
A. Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan
pilihan.Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan
pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang
mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja
meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan
sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik. Secara umum, pengertian
pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
A.1. G. R.
Terry :
Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah
sebagai pemilihan yang didasarka kriteria tertentu atas dua atau lebih
alternatif yang mungkin.
B.2.
Claude S. Goerge, Jr :
Mengatakan proses pengambilan keputusan itu
dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran
yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihandiantara sejumlah
alternatif.
C.3.
Horold dan Cyril O'Donnell :
Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah
pemilihan diantara alternative mengenai
suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan
tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk
atau reputasi yang telah dibuat.
C.4. P.
Siagian :
pengambilan
keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah,
pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan
tindakan.
B. Fase Pengambilan Keputusan
1.
Aktivitas intelegensia
Proses
kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan keputusan dipilih atau tidak.
2.
Aktifitas desain
Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas
intelegensia untuk mencapai tujuan.
Aktifitas desain meliputi :
-
menemukan cara-cara/metode
-
mengembangkan metode
-
menganalisa tindakan yang dilakukan
3.
Aktifitas pemilihan
Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan keputusan
yang ada. Pemilihan ini berdasar atas
kriteria yang telah ditetapkan.
Dari tiga
aktifutas tersebut diatas, dapat disimpulkan tahap pengambilan keputusan adalah
:
a.
Mengidentifikasi masalah utama
b.
Menyusun alternatif
c.
Menganalisis alternatif
d.
Mengambil keputusan yang terbaik
C. Teknik Pengambilan Keputusan
1.
Operational Research/Riset Operasi
Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan
pemecahan persoalan.
2. Linier
Programming
Riset
dengan rumus matematis.
3. Gaming
War Game
Teori
penentuan strategi.
4.
Probability
Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal
tidak normal.
D. Proses Pengambilan Keputusan
Menurut G.
R. Terry :
1.
Merumuskan problem yang dihadapi
2.
Menganalisa problem tersebut
3.
Menetapkan sejumlah alternatif
4.
Mengevaluasi alternatif
5. Memilih
alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
Menurut
Peter Drucher :
a.
Menetapkan masalah
b.
Manganalisa masalah
c.
Mengembangkan alternatif
d.
Mengambil keputusan yang tepat
e.
Mengambil keputusan menjadi tindakan efektif
·
Fungsi - Fungsi Manajemen
A. Pengertian
Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan
apa saja yang akan dilakukan oleh seorang
manajer dalam kegiatan manajerialnya. Sehingga kegiatan manajerial yang
dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses
manajemen. Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada
pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan yang
dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan
sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Secara menyeluruh, fungsi manajemen tersebut adalah
sebagai berikut :
1.
Perencanaan/Planning :
Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan
kegiatan yang akan dilaksanakan guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya
dituangkan dalam bentuk konsep atau
suatu program kerja.
2.
Pengorganisasian/Organizing :
Kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan
kewajiban, fungs pekerjaan dan hubungan antar fungsi.
3.
Penyusunan Staf/Staffing :
Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan,
pemanfaatan, pelatihan, pendidikan dan
pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif.
4.
Pengarahan/Directing :
Yaitu fungsi
memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan,
bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan
dapat bekerja dengan lebih efektif.
5.
Pengkoordinasian/Coordinating :
Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam
satu totalitas organisasi pekerjaan.
Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut
:
a.
Sinkronisasi kegiatan
b.
keterpduan kegiatan
c.
menyelaraskan kegiatan
d.
meruntutkan kegiatan
e.
Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan
6.
Pengawasan/Controling :
Fungsi yang memberikan penilaian, koreksi dan
evaluasi atas semua kegiatan. Secara terus-
menerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan.
Fungsi ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan
pelaksanaan kegiatan. Hasil dari evaluasi
pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya.
·
Pengorganisasi
A. Pengertian
Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk
perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Sedangkan menurut
Chester I. Barnard, organisasi adalah sebagai suatu system aktifitas kerjasama
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dari dua pendapat tersebut diatas
dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu wadah tempat kumpulan orang
yang bekerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara tegas
organisasi ditandai oleh :
a. Adanya
kelompok atau kumpulan orang yang saling terikat.
b. Adanya
hubungan yang harmonis dalam kerjasama.
c. Hubungan
kerjasama atas dasar penetapan hak, kewajiban dan tanggungjawan tertentu.
Dalam membentuk sistem mekanisme pengorganisasian
ada beberapa tahap yang perlu untuk
diperhatikan, yaitu :
c. Merinci
pekerjaan yang harus dilaksanakan.
d. Membagi beban kerja.
e. Mensinkronisasi pekerjaan
f. Menentukan
mekanisme pekerjaan.
Dari beberapa penjelasan pada pengertian tersebut
diatas dapat ambil kesimpulan bahwa
pengorganisasian disusun dengan tujuan agar pekerjaan yang dikehendaki
dapat tercapai dan dibagi-bagi diantara anggota organisasi dengan rentang
tugas, wewenang dan tanggung jawabyang jelas sehingga pekerjaan dapat
dilaksanakan secara efektif dan efisien.
B. Unsur - Unsur Organisasi
Ada sekitar 4 unsur yang dimiliki oleh suatu
organisasi. Unsur tersebut adalah sebagai berikut :
1. Sebagai wadah atau tempat bekerja sama.
Dapat diartikan sebagai tempat atau kerangka mekanisme
pendelegasian kekuasan dan tanggung jawab.
2. Sebagai proses kerja sama antara dua orang
atau lebih.
Pembagain
tugas agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.
3. Adanya tugas atau kedudukan yang jelas
Adanya pengaturan dan pembagian wewenang, tugas dan
tanggung jawab.
4. mempunyai tujuan tertentu.
Tujuan yang telah ditetapkan menjadi suatu acuan
dalam tugas untuk mencapainya.
C. Tujuan dan Manfaat Organisasi
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan agar
suatu proses pekerjaan yang dikehendaki dapat mencapai tujuan yang telah
diatur, disusun, ditetapkan. Semnetara
itu, manfaat yang dapat diperoleh dari pengorganisasian ini adalah agar
pelaksanaan tugas dilakukan dengan lebih baik dan teratur, koordinasi pelaksanaan
pekerjaan dapat lebih baik, pengawasan pelaksanan pekerjaan dapat efektif dan
efisien dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
1.6.2 pengertian Manajemen waktu
Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuat data
aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan
tersebut. Disini perlu kita tahu bahwa setiap pekerjaan pastilah penting namun
dari daftar pekerjaan penting itu ada yang lebih penting yaitu pekerjaan yang
mendesak atau genting dan biasanya berhubungan dengan deadline.
Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio
output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan
mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu
penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan
arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
1.
Jenis-Jenis manajemen Waktu
a.
Menentukan yang
harus diprioritaskan
Hal apa yg harus menjadi prioritas terlebih dalu. Buatlah list perencanaan dan mulailah dengan
tugas yang terpenting. Sebagai seorang pemimpin, menentukan skala prioritas
pekerjaan mana yg paling penting dan harus segera diselesaikan dan juga
pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. sehingga dengan begitu,
semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
b.
Membuat Jadwal/Planing
Membuat jadwal kegiatan akan membantu Anda mengingatkan segala
pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Jadwal ini bisa
berupa jadwal kegiatan harian dengan keterangan jenis-jenis kegiatan Anda yang
harus selesai hari itu. Dengan jadwal yang tersusun benar dan Anda ingat
selalu, waktu pun bisa diatur dengan baik.
c.
Tak perlu perfeksionis
Perfeksionis adalah orang yang memiliki pandangan perfeksionisme.
Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna,
mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi.
1.6.3
Manajemen Orang/ sumber Daya Manusia
Program pengembangan kepemimpinan
pikiran pengalihan menawarkan Anda kesempatan untuk langkah bebas dari
bintik-bintik buta yang secara otomatis muncul dalam situasi kerja yang serba
cepat, Anda akan melihat bagaimana Anda
mempengaruhi karyawan anda - positif dan negatif - dan mendapatkan alat-alat
praktis dan kerangka kerja yang membantu Anda membuat mereka lebih efektif
untuk mencapai hasil yang Anda butuhkan. Program ini melengkapi Membangun
Hubungan Itu Pekerjaan, yang berfokus pada revitalisasi hubungan yang
mempengaruhi kualitas dan profitabilitas pada pekerjaan anda.
1.7 Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
pada Bab ini membahas tentang latar
belakang kegiatan PKL, rumusan masalah dan batasan masalah tujuan dan manfaat
dilaksanakannya kegiatan, metode penulisan yang membahas tentang lokasi tempat
Praktek Kerja lapangan, Waktu dalam pelaksanaan PKL, teknik pengumpulan data,
data yang digunakan, teknik pengembangan
system dan landasan teori, serta sistemaktika laporan kegiatan PKL.
BAB II
: GAMBARAN UMUM
Pada Bab ini membahas lebih lanjut
mengenai gambaran umum PT Adisa Karya
Abadi yang terdiri dari profil, struktur/organisasi prusahaan, tugas wewenang
dan tanggung jawab pada tiap organisasi, bagian/unit kerja yang menjadi posisi
mahasiswa pada saat melaksanakan PKL, aktifitas yang dijalani pada saat
melakukan/melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
BAB III : PEMBAHASAN
pada
Bab ini membahas tentang pembahasan laporan Praktek Kerja lapangan (PKL).
Menjelaskan waktu yang dimiliki penulis dalam penyelesaian installasi switch
dengan waktu yang telah di tetapkan, Bagaimana cara menyelesaikan perijinan
perja pada tiap Venue, dan menyeimbangkan pekerjaan dengan stock barang yang
ada.
BAB IV : PENUTUP
Pada BAB ini
membahas tentang simpulan dan saran.
BAB
II
GAMBARAN UMUM
2.1 Sejarah
Berdirinya Perusahaan
PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ) adalah
suatu perusahaan yg bergerak dibidang perdagangan Umum, Jasa Sofware dan
hadware jaringan komputer, Mekanikal Elektrikal, Teknikal Support Industri. PT.
ADISA KARYA ABADI( AKA ) sebelumnya adalah CV GAYA SELARAS ABADI yang didirikan
tanggal 26 November 2000 dan berubah menjadi PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ) pada
tanggal 01 Juli 2008 Dengan didukung oleh tenaga ahli yang professional
dibidangnya dan komitmen yang penuh dari semua unsur dalam perusahaan PT. ADISA
KARYA ABADI ( AKA ) telah menjalin kerjasama dengan perusahaan terkenal di
Indonesia diantaranya yaitu : PT. Bank BTN Persero , PT. Telkom Indonesia Dan
PT. Semen Padang Indonesia. Memberikan solusi yang terbaik bagi seluruh
kliennya, biaya lebih murah, kualitas lebih baik dan waktu lebih cepat, adalah
merupakan tujuan utama dari PT. ADISA KARYA ABADI ( AKA ).
2.1.1
Visi dan Misi Perusahaan
1.
Visi PT Adisa Karya Abadi
Menjadi
Perusahaan terbaik dalam Bidang Perdagangan Umum, jaringan sofware hadware
komputer, network dan M E di Indonesia.
2.
Misi PT Adisa Karya Abadi
CSJT
( CEPAT, SABAR, JUJUR, TAWAKAL ) Mempersembahkan membangun dan maju bersama
Kami Dengan menyediakan layanan Perdagangan umum, jasa jaringan sofware
hadware, network komputer, Mekanikal & Elektrikal, berlandaskan kepedulian,
kemitraan yang- kuat dan pengalaman yang terbuktikan.
2.2 Setruktur
Organisasi
Setruktur merupakan
hubungan orang dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
( Sumber : PT Adisa Karya Abadi 2013)
2.2.1
Tugas , Wewenang dan Tanggung Jawab
1. Ir.
Hepi Hepidin MM beliau sebagai Direktur Utama pada perusahaan PT Adisa Karya Abadi, beliau
memiliki kewenangan dan tanggung jawab secara penuh dalam pengendalian dan
pengembangan perusahaan dalam
pengambilan keputusan pada PT Adisa Karya Abadi.
2. Teby
Adam beliau sebagai Direktur Project, beliau memiliki tugas dan kewenangan
dalam mengambil keputusan dalam Project yang beliau pimpin, memiliki kewajiban
untuk bertanggung jawab atas semua project yang beliau pimpin.
3. F. Aldy Fariha beliau sebagai Manager Project,
beliau memiliki tuags dan tanggung jawab dalam pengelolaan project dan
bertanggung jawab atas semua karyawan dan tenaga kerja yang dalam pengerjaan
project.
4. I
Gede Ariwibawa sebagai Leader Project yang memiliki tugas dan wewenang untuk
mengatur tenaga kerja dan bertanggung
jawab pada tiap tenaga kerja serta memberikan solusi-solusi pada tiap
kendala/masalah pada tiap pekerjaan.
5. I
Komang Muliarta sebagai Admin project memiliki tugas dan tanggung jawab atas
selurus pengeluaran dan pemasukan barang, juga dalam pembuatan Delivery Order,
pembuatan laporan barang.
6. Andik
Priyanto, Reztra, Cristian Pangemanan, ngurah Andre Suryana, Alexander,
memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Instalatur pada tiap
pekerjaan.
2.3 Bagian/Unit
Kerja Penulis
Pada Praktek Kerja Lapangan tersebut penulis
mendapat tugas sebagai Leader Project dan kewenangan untuk mengatur atau
memberi arahan pada semua tenaga kerja/SDM yang dimiliki, mengurus perijinan
pada saat pelaksanaan Project atau pekerjaan, dan memberikan arahan pada tiap
tenaga kerja, mengatur waktu yang ada untuk penyelesaian project.
2.3.1 Aktifitas
yang dilakukan penulis
Aktifitas
yang dijalankan pada saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan yaitu memiliki
tugas dan tanggung jawab sebagai Leader Project, yang memiliki tugas mengawal
project yang bertujuan untuk layanan jaringan dalam pelaksanaan APEC, sehingga
memiliki tangguung jawab untuk menyiapkan perijinan untuk pelaksanaan kegiatan,
melakukan Survey pada tiap Hotel yang menjadi bagian dari pelaksanaan APEC,
menyiapkan planning untuk tenaga kerja/teknisi, mengawasi perjalanan project,
dan memberikan solusi-solusi pada tiap kendala yang terjadi pada saat
pekerjaan/pelaksanaan project, dan membuat As Build Drawing pada tiap lokasi
yang menjadi pengerjaan dari teknisi.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Bagaimana
memanajemen Waktu yang dimiliki dalam pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali.
Sebagaimana kita ketahui bahwa waktu sangatlah penting
dalam pengerjaan project karena dalam pengerjaan ini PT Adisa Karya Abadi
memiliki batasan yang sangat singkat untuk dapat menyelesaikan project
tersebut, dalam hal ini harus benar-benar dapat membagi waktu yang sesingkat
mungkin dalam penyelesaian pekerjaan. Dalam pengerjaan ini kita harus memiliki
jadwal/penjadwalan setiap harinya agar dapat terselesaikan dengan tepat waktu. manajemen waktu ini akan memberikan hasil yang baik jika
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disiplin tinggi. Selain itu komitmen
yang tinggi setiap individu juga sangat diperlukan dalam mematuhi dan
menjalankan manajemen waktu kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan,
instansi atau kita tentukan sendiri dalam menjalankan aktifitas kita
sehari-hari.
Manajemen waktu yang
baik adalah dengan membuat data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala
prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Disini perlu kita tahu bahwa setiap
pekerjaan. Pastilah penting namun dari daftar pekerjaan penting itu ada yang
lebih penting yaitu pekerjaan yang mendesak atau genting dan biasanya
berhubungan dengan deadline.
Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang
berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang
waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan
terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan
pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
a.
Menentukan yang harus
diprioritaskan
Hal apa yg harus menjadi prioritas terlebih
dalu. Buatlah list perencanaan dan
mulailah dengan tugas yang terpenting. Sebagai seorang pemimpin, menentukan
skala prioritas pekerjaan mana yg paling penting dan harus segera diselesaikan
dan juga pekerjaan manakah yang bisa dikerjakan belakangan. sehingga dengan
begitu, semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
b.
Membuat Jadwal/Planing
Membuat jadwal kegiatan akan membantu Anda
mengingatkan segala pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu
tertentu. Jadwal ini bisa berupa jadwal kegiatan harian dengan keterangan
jenis-jenis kegiatan yang harus terselesaikan. Dengan jadwal yang tersusun
benar akan dapat selalu dapat di ingat dan terencana, waktu pun dapat diatur
dengan baik.
“Waktu
seperti pedang, jika kau tak memotongnya, ia memotongmu” (Ali bin Abi Thalib). Kutipan di atas
menyiratkan bahwa betapa pentingnya waktu, terlebih lagi bagi suatu organisasi
bisnis berbasis industri manufaktur. Bagi industri manufaktur, waktu adalah
“kesempatan” untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang ada, agar dapat
hasil yang maksimal.
Gambar
3.1 Summary Intallation
3.2 Bagaimana
cara menyelesaikan perijinan dalam installasi sebelum teknisi melakukan
pengerjaan.
Dimana
kita ketahui bahwa setiap kita melakukan pekerjaan di perusahaan milik orang
lain atau melaksanakan pekerjaan yang di tugaskan dari kantor, maka dari itu
sebelum melakunan pekerjaan sehendaknya
kita mengurus perijinan kerja dan memberitahu kepada pihak-pihak yang berwenang
dalam pekerjaan yang di lakukan agar tidak timbulnya masalah yang terjadi.
Gambar
3.2 surat Ijin
3.3 Bagaimana
cara memberikan pelayanan dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang
ada di gudang.
Sebagaimana kita ketahui bahwa
pelayanan merupakan hal terpenting disamping kelengkapan ragam produk pada
perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa, karena dengan kualitas pelayanan
akan mencerminkan kinerja dari perusahaan yang bersangkutan. Maka tidaklah
heran apabila perusahaan yang bergerak di bidang jasa selain berusaha
memberikan kelengkapan ragam produk, perusahaan juga akan selalu berusaha
mendorong para karyawannya untuk dapat melayani konsumen dengan pelayanan yang
optimal.
Pelayanan merupakan hal terpenting
pada tenaga kerja agar setiap tenaga kerja yang ada bias memahami pekerjaan
yang di berikan dari pemimpin dan dapat di kerjakan dengan baik, setiap pekerjaan yang di lakukan bagaimana
seorang pemimpin agar dapat pekerjaan tersebut terselesaikan dengan tepat waktu
dan berjalan dengan lancar, sehingga pemimpin harus dapat menyelaraskan setiap
pekerjaan yang di lakukan oleh teknisi, dan dalam stock barang yang ada.
BAB IV
SIMPULAN DAN
SARAN
4.1
Simpulan
Berdasarkan
hasil analisa dari pengumpulan data dan pengolahan data, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
4.1.1
Manajemen Waktu yang dimiliki dalam
pengerjaan/ installasi Switch IDN Bali.
Pentingnya waktu dalam
penyelesaian project dan manajemen untuk menjalankan atau mengatur jalannya
project, sehingga dapat hasil yang maksimal.
a.
Menentukan yang harus
diprioritaskan
Dengan adanya prioritas yang ditentukan
maka perjalanan suatu project dapat terpantau dan terlihat jelas.
b. Pembuatan
Jadwal/Planning
Membuat jadwal kegiatan
akan sangat membantu dalam mengingatkan
segala pekerjaan yg harus diselesaikan dalam rentang waktu tertentu, dengan
tujuan yang dimiliki.
4.1.2
Bagaimana cara menyelesaikan perijinan
dalam installasi sebelum teknisi melakukan pengerjaan.
Dalam
hal ini pentingnya perijinan dalam melakukan pekerjaan yang menjadikan keamanan
dalam bekerja, dan kenyamanan.
4.1.3
Bagaimana cara memberikan pelayanan
dalam menyelaraskan pekerjaan dengan Stok barang yang ada di gudang.
Kinerja dari tenaga
kerja yang perlu di perhatikan karena perusahaan sangat terkait hubungannya
dengan tenaga kerja/ pegawai, sehingga dalam ini pegawai bias menjadi bagian
dari perusahaan tersebut. Perlunya perhatian dalam pekerjaan dengan stock
barang yang ada supaya tidak adanyan permassalahan di dalam pelaksanaan
pekerjaan.
4.2 Saran
Bedasarkan kendala yang dihadapi, saran yang bisa dikemukakan
dalam penyusunan laporan praktik kerja lapangan ini selama terjun langsung
melakukan penelitian di PT. Adisa Karya Abadi sekiranya dapat bermanfaat bagi
kemajuan dan perkembangan PT. Adisa Karya Abadi di masa yang akan datang adalah
:
4.2.1
Perusahaan hendaknya dapat memanajemen
Waktu dan SDM dengan baik dan tepat.
Sebaiknya perusahaan memberikan
perhatian yang bersifat individual yang diberikan kepada karyawannya, dan
pelayanan terhadap tenaga kerja sangatlah penting untuk kelangsungan
perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)